Contoh Kalimat Imperative Berdasarkan Kegunaannya

Posted on
Contoh Kalimat Imperative
Contoh Kalimat Imperative

Contoh Kalimat Imperative Berdasarkan Kegunaannya – Banyak yang beranggapan bahwa kalimat imperative memiliki kesamaan dengan kalimat perintah. Di mana kalimat imperative memiliki ciri khas layaknya kalimat perintah yang selalu diakhiri dengan tanda seru (!) di akhir kalimat. Namun, di dalam konteks Bahasa Inggris, kalimat imperative tidak selalu diakhiri dengan tanda seru dan memiliki rumus untuk menuliskannya.

rumus imperative sentence
rumus imperative sentence

Rumus kalimat imperative dibagi menjadi 2, yaitu untuk kalimat imperative positif dan kalimat imperative negatif. Kalimat imperative yang memiliki ciri tidak mencantumkan subject di dalam kalimat, sehingga rumus untuk yang positif menjadi verb yang didampingi dengan object atau complement. Sementara untuk yang negatif diawali dengan do not atau don’t di awal kalimat. Berikut ini contoh kalimat imperative berdasarkan kegunaannya.

Rumus Kalimat Negative Imperative Sentence
Rumus Kalimat Negative Imperative Sentence

1. Kalimat Imperative untuk Memberikan Saran (Advice)

Di dalam Bahasa Inggris kalimat imperative memiliki kegunaan untuk menyampaikan saran atau to advice kepada lawan bicara, baik itu saran secara halus maupun kasar layaknya sebuah kritikan yang tajam, bukan berkata kasar.

Metode dalam mengakhiri kalimat imperative yang berfungsi sebagai sebuah saran ialah Anda dapat mengakhiri dengan tanda titik (period) atau juga bisa menggunakan tanda seru (exclamation point).

Persoalan tanda baca kalimat imperative advice ini perlu disesuaikan mana yang paling cocok. Contoh kalimat imperative advice untuk teman yang masih saja mengingat mantan pacar, sementara sudah memiliki cinta yang lain: ‘Stop thinking about the ex-boyfriend who betrayed you!’ yang memiliki makna ‘Berhentilah memikirkan mantan pacar yang mengamanati mu!’ . Dapat diperhatikan kalimat imperative advice diakhiri exclamation point.

Itu merupakan salah satu kalimat imperative advice yang keras dalam memberikan kritik, tapi jika Anda ingin memberikan saran secara halus kepada teman yang susah moving on, maka bisa gunakan kalimat ini: ‘I recommend you to go to the beach to be more relaxed.’ yang memiliki makna ‘Saya sarankan kamu pergi ke pantai agar lebih relaks.’ Di sini dapat diperhatikan tanda baca yang mengakhiri kalimat imperative advice adalah tanda period.

2. Kalimat Imperative untuk Memberikan Petunjuk (Direction)

Contoh kalimat imperative direction lebih merujuk kepada pengakhiran kalimat menggunakan tanda period. Hal ini bertujuan agar lebih sopan ketika Anda menggunakan kalimat imperative yang memiliki tujuan untuk memberikan petunjuk kepada lawan bicara. Kalimat imperative direction juga dikenal sebagai imperative sentence giving instruction. Biasanya untuk memberikan arah jalan, cara melakukan sesuatu, atau menunjukan hal lain.

Contoh kalimat jika Anda ingin memberi arah jalan ketika ada yang menanyakan letak pasar terdekat, ‘Go straight for 20 km, then there will be a market on your left.’ yang artinya ‘Jalan lurus sejauh 20 km, lalu akan ada pasar di sebelah kiri.’ Imperative sentence giving instruction juga bisa digunakan untuk memberikan suatu cara yang tepat, biasanya dalam hal mengolah masakan atau minuman.

Contoh kalimat imperative direction dalam menunjukkan cara menyeduh kopi, ‘Slowly pour hot water into the cup that is filled with coffee and sugar.’ yang memiliki terjemahan ‘Tuangkan air panas perlahan ke dalam cangkir yang telah diisi dengan kopi dan gula.’ Anda juga bisa memanfaatkan kalimat imperative direction ini untuk memberikan petunjuk dalam berbagai hal lain yang memang membutuhkan suatu instruction.

Contoh Kalimat Imperative Sentence
Contoh Kalimat Imperative Sentence

3. Kalimat Imperative untuk Memberikan Perintah (Command)

Kegunaan kalimat imperative yang paling mendasar ialah command atau giving an order. Sehingga tidak salah jika kalimat imperative lebih sering dikenal sebagai kalimat perintah. Di dalam Bahasa Inggris pemberian kalimat perintah juga perlu diperhatikan siapa yang menjadi lawan bicara, agar tetap sopan ketika memberikan command. Penggunaan tanda seru (exclamation point) di akhir kalimat imperative command menjadi sebuah penekanan.

Contoh kalimat imperative command untuk lawan bicara yang seumuran atau lebih muda, ‘Listen to what I’m saying, lower your voice, this is a hospital!’ yang artinya ‘Dengarkan apa yang saya katakana, kecilkan suaramu, ini rumah sakit!’ Sementara saat ingin menggunakan kalimat imperative command untuk lawan bicara yang lebih tua atau yang dihormati, ada baiknya diiringi dengan kata ‘please’, misalkan, ‘Wash your hands in here, please!’ yang artinya ‘Tolong cuci tanganmu di sini!’

3. Kalimat Imperative untuk Menyatakan Permintaan (Request)

Kalimat imperative juga dapat digunakan sebagai kalimat untuk menyatakan sebuah permintaan atau dikenal dengan istilah imperative sentence request. Ciri khas dari kalimat imperative request ialah penambahan kata ‘please’, ‘do you’, ‘will you’, atau ‘would you’ pada kalimatnya. Terkadang, kalimat imperative untuk menyatakan permintaan ini juga diakhiri dengan tanda tanya (?).

Contoh kalimat imperative request menggunakan kata ‘please’, ‘Please, lower the music a little.’ yang jika diterjemahkan menjadi sebuah permintaan untuk mengecilkan suara musiknya sedikit. Ada beberapa contoh lain jika membuat kalimat imperative request yang menggunakan tanda Tanya di akhir kalimatnya, seperti, ‘Will you close that door for me? (Maukah kamu menutup pintu itu untuk saya?)

4. Kalimat Imperative untuk Memberikan Larangan (Prohibition)

Kalimat imperative dapat juga digunakan sebagai bentuk larangan terhadap orang yang dituju agar tidak melakukan suatu hal. Biasanya dikenal dengan istilah imperative sentence warning, di mana kalimat imperative ini berisikan suatu pesan yang berupa peringatan akan suatu bahaya (warning). Pada akhir kalimat imperative prohibition menggunakan tanda seru yang menjadi sebuah penekanan akan suatu peringatan.

Contoh kalimat imperative prohibition biasanya ditemukan di fasilitas umum, seperti saat berada di jalan-jalan yang memiliki rumput hias, pasti akan ada peringatan agar tidak menginjak rumput tersebut, yang jika dituliskan dalam Bahasa Inggris ‘Don’t step on the grass!’. Anda juga pasti sering menemukan kalimat imperative warning pada toilet umum yang melarang penggunanya untuk membuang tisu atau sampah ke dalam kloset.

Kalimat imperative warning di toilet umum biasanya akan bertuliskan ‘Don’t put tissue or truth in the toilet! Anda juga pasti sering menemukan contoh pada kalimat imperative prohibition pada tegangan listrik tinggi yang tidak boleh disentuh, misalkan, ‘Warning! Electrical Hazard’ atau ‘Warning! High Voltage’.

Anda yang suka berselancar pun pasti kerap menemukan tanda bahaya di laut dengan papan kalimat imperative yang memberikan larangan. Contoh kalimat imperative prohibition di laut, seperti ‘Danger! Strong Current’ yang jika diterjemahkan menjadi ‘Bahaya! Arus Kuat’. Di beberapa laut ber- arus kuat juga kerap dipasang papan bertuliskan kalimat imperative yang memberikan larangan keras untuk berenang ‘No Swimming!’

Itulah beberapa contoh kalimat imperative berdasarkan kegunaannya yang beragam, mulai dari to advice, giving instruction, giving an order, request, hingga prohibition. Ada pun dalam penggunaan kalimat imperative secara langsung, seperti saat menggunakannya untuk advice, command, atau request sebaiknya iringi dengan kata ‘please’ agar tidak menyinggung lawan bicara. Kalimat imperative dapat efektif, jika tepat penggunaannya. Semoga bermanfaat dan terimakasih sudah berkunjung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *