Seberapa Sulit Tingkat Materi SD My Home?

Posted on

Seberapa Sulit Tingkat Materi SD My Home?-Merujuk pada Kurikulum 2013, mata pelajaran (mapel) Bahasa Inggris (Inggris) sebetulnya tidak diwajibkan. Awalnya mata pelajaran ini masuk kategori muatan lokal, namun karena kurikulum baru hanya memberi alokasi waktu sedikit untuk setiap minggunya, maka ditiadakan. Namun demikian, sekolah masih sangat bisa untuk mengadakan kelas mata pelajaran Inggris yang diberlakukan sebagai ekstrakurikuler.

Seberapa Sulit Tingkat Materi SD My Home?
Seberapa Sulit Tingkat Materi SD My Home?

Bukan menganggap mata pelajaran Inggris tidak penting. Bayangkan saja di era yang serba digital dan menuju perdagangan bebas rasanya tidak mungkin jika bahasa internasional tersebut tidak anak Anda kuasai. Namun dijelaskan bahwa pemerintah tak bisa memaksakan kehendak kepada sekolah untuk mapel ini karena pun belum tentu tersedia guru yang kompeten mengajar di tiap daerahnya.

Namun demikian bukan tidak mungkin anak Anda tetap mempelajari Inggris. Adapun untuk sobat yang masih berada di tingkat SD diberikan materi SD My Home berikut yang sesuai dengan level kelasnya.

Level kelas rendah

Anak kelas 1 dan 2 SD adalah masa transisi dari tingkat TK. Selama di TK dulu mereka hanya bermain sedangkan di SD sudah bisa diberikan materi pembelajaran. Kebanyakan pun masih belajar membaca ketika awal masuk SD. Jadi boro-boro membaca Inggris, Bahasa Indonesia (Indoensia) saja mereka masih butuh bantuan.

Jika keadaannya demikian, tidak usah kuatir. Menurut saya, lancarkan dulu membaca Bahasa Indonesia, barulah mulai membaca dalam Inggris. Tapi, bukan berarti belajar Inggrisnya berhenti, Anda bisa memperkenalkan Inggris lewat memperdengarkan lagu untuk auditori, menonton televisi untuk visual dan auditori, atau bermain flash card (kartu bergambar yang berisikan tulisan biasanya dalam 2 bahasa, Indonesia dan Inggris).

Mengapa bermain kartu menjadi penting? Karena pada level SD yang sangat penting adalah mengetahui kosakata sebanyak-banyaknya. Karena toh, tak mungkin pula seseorang berbicara suatu bahasa kalau minim kosakatanya.

Untuk materi SD My Home, Anda bisa memulai dengan memperdengarkan lagu-lagu atau ucapan yang menyebutkan ruangan-ruangan di rumah berserta isinya. Jika Anda yang menyebutkan sendiri, pastikan lafal Inggris Anda benar, dan tidak berlogat daerah asal. Sebab logat bisa ditiru oleh anak dan membuat penyebutannya menjadi kurang prima.

Pemberian materi SD My Home bisa juga dengan memperlihatkan flash card tentang isi rumah, dan ruangannya. Anak yang belajar cenderung dengan cara visual, akan mudah hafal apabila melihat gambarnya biarpun dia belum bisa membaca tulisannya. Apabila sudah sering lalu hafal, diharapkan dia pun akan hafal tulisannya dengan sendirinya.

Saat anak sudah fasih membaca Indonesia, sekarang boleh lah, Anda sekarang mulai mengenalkan membaca dalam Inggris. Membaca Inggris itu bisa jadi rumit buat anak, sebab apa yang ditulis bukanlah yang dibaca. Disitulah kita mengenalkan metode Jolly Phonics.

Jolly Phonic adalah bentuk penyebutan huruf dalam Inggris. Jika biasanya Anda mengenal alfabet Indonesia disebutkan sama sesuai bentuknya. misal A dibaca A, B dibaca B, atau R dibaca R. Jika Anda mengenal bunyi vokal adalah A, I, U, E, dan O. Maka untuk Jolly Phonics misalnya U bisa dibaca A, seperti pada kata Umbrella menjadi Ambrella untuk payung, atau A dibaca ei untuk Chair untuk kursi. Jolly Phonics akan mengenal penyebutan vokal dengan kombinasi seperti ei, ai, eu, au, oi, dan ue. Konsonan pun lebih banyak daripada yang biasa mencakup kombinasi 2 huruf, seperti tt, ch, sh, dan masih banyak lagi.

Di internet banyak tersedia video-video pelafalan Jolly Phonics yang ramah untuk anak ikuti. Jika sudah hafal bagaimana menyebutkan huruf maka belajar membaca jadi lebih mudah dan cepat.

Level kelas menengah

Untuk kelas yang menengah di kelas 3 dan 4, maka harapannya sudah bisa membaca dalam Inggris. Kosa kata yang dimiliki pun lebih banyak. Tetap membudayakan banyak membaca buku dan sesekali menonton film anak dalam Inggris untuk menambah kosakata dan melatih kepekaan untuk berbahasa Inggris.

Materi SD My Home di sudah bisa naik level untuk membentuk kalimat sederhana dari benda-benda yang dilihat di rumah. Untuk tahap awal belajar dalam bentuk to be present atau bentuk sekarang. Sebagai contoh:

It is a sofa – Itu adalah sofa

It is a bowl – Itu adalah mangkuk

Romi is in the living room – Romi sedang berada di ruang tengah

Dan masih banyak lagi contoh lain menyesuaikan dengan bentuk kalimat sederhana tanpa kata kerja (non verbal).

Level kelas atas

Kelas 5 dan 6 diharapkan sudah belajar seluruh bentuk kalimat (Grammar) dalam Inggris. Mereka pun tahu kapan digunakan dan mampu melafazkan dengan baik. Sudah dibangun percakapan antara sesama pengguna bahasa. Penambahan kosa kata harus tetap dilakukan. Dan kemampuan menulis pun lebih ditingkatkan dengan cara melatih membuat karangan fiksi dan non fiksi singkat.

Demikian sekilas materi SD My Home yang cocok untuk anak tingkat SD. Kunci utama dari belajar sebuah bahasa adalah konsisten menambah kata baru dan keberanian untuk membaca dan menulis. Tekankan harus berani berkomunikasi dengan Inggris dan jangan takut salah.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *